ZakaStatBerapa besarnya?
Rp44,7 Triliun: Membaca Angka Zakat Nasional 2025
Penghimpunan naik, jumlah muzaki tercatat turun, dan jarak dengan potensi masih lebar. Enam angka untuk memahami peta zakat, wakaf, dan kedermawanan Indonesia.

Setiap tahun BAZNAS menerbitkan Laporan Pengelolaan Zakat Nasional. Laporan untuk tahun 2025 memuat angka-angka yang layak dibaca pelan-pelan oleh siapa pun yang mengelola dana umat.1
Total penghimpunan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) nasional pada 2025, naik 9,54 persen dari Rp40,81 triliun pada 2024. Penyalurannya Rp44,29 triliun.1
Porsi penghimpunan yang dicatat di luar neraca (Rp32,82 triliun). Dana ini dilaporkan, tetapi tidak tercatat langsung dalam laporan keuangan BAZNAS dan LAZ. Yang tercatat di neraca Rp11,88 triliun.1
Dari Rp11,88 triliun yang tercatat di neraca, komposisinya sebagai berikut:
Persentase menunjukkan pertumbuhan dibanding 2024. Sumber: Laporan Pengelolaan Zakat Nasional 2025.1 Penjumlahan per baris tabel laporan menunjukkan LAZ menghimpun sekitar Rp7,48 triliun dan BAZNAS di semua tingkatan sekitar Rp4,40 triliun dari dana yang tercatat di neraca.
Jumlah muzaki tercatat turun dari 31,5 juta pada 2024, meski dana yang terhimpun naik.1 Artinya, rata-rata nilai per muzaki meningkat. Bagi lembaga, ini pengingat bahwa menjaga muzaki agar terus menunaikan zakat sama pentingnya dengan mencari muzaki baru.
BAZNAS memperkirakan potensi zakat Indonesia Rp327,6 triliun per tahun.2 Dibandingkan realisasi Rp44,70 triliun, yang terhimpun baru sekitar 14 persen. Potensi adalah perkiraan, tetapi jaraknya cukup lebar untuk menunjukkan ruang tumbuh yang besar.
Wakaf uang yang tercatat Badan Wakaf Indonesia pada 2024. Potensinya diperkirakan Rp181 triliun per tahun, sehingga realisasinya baru sekitar 1,6 persen.3 Indonesia juga memiliki sekitar 451 ribu titik aset wakaf, banyak di antaranya belum dikelola secara produktif.4
Menurut World Giving Report 2025, orang Indonesia rata-rata menyumbangkan 1,55 persen penghasilannya, di atas rata-rata global 1,04 persen. Dengan metode baru yang juga mengukur nilai sumbangan, Indonesia berada di peringkat 21 dari 101 negara.5
Cara membaca angka-angka ini
- Potensi bukan target. Angka potensi dihitung dengan asumsi tertentu. Gunakan sebagai gambaran ruang tumbuh, bukan sebagai ukuran gagal atau berhasil.
- Perhatikan catatan di luar neraca. Sebagian besar penghimpunan dicatat di luar laporan keuangan lembaga amil. Mutu pencatatan dan pelaporan menentukan seberapa utuh gambaran yang kita punya.
- Tumbuh dari dua arah. Dana bisa naik karena muzaki baru, atau karena muzaki lama menunaikan lebih rutin dan lebih besar. Data 2025 mengisyaratkan arah yang kedua.
Ingin membaca angka penghimpunan lembaga Anda sendiri? Coba Kesehatan Penghimpunan.
Sumber
- BAZNAS. Laporan Pengelolaan Zakat Nasional Akhir Tahun 2025. 2026.
- Periskop.id. Yusril Dorong Revisi UU Zakat, Baznas Bidik Rp70 Triliun di 2027. 15 Oktober 2026.
- Fortune Indonesia. BWI Ungkap Potensi Wakaf Indonesia Capai Rp400 Triliun. 23 Juli 2025.
- NU Online. Aset Wakaf di Indonesia Capai 451 Ribu Titik, tapi Banyak yang Belum Dikelola Secara Produktif. 30 Oktober 2025.
- CNN Indonesia. Daftar 25 Negara Paling Dermawan di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?. 2 Agustus 2025.
Angka dan kutipan diambil dari sumber di atas pada saat tulisan ini terbit. Bila menemukan kekeliruan, kabari kami di info@zakademia.com.


ZakaFlash
ZakaTips
ZakaTalk