Publikasi / Metodologi Penelitian Filantropi Islam
Bab 3 dari 10Metode Kuantitatif
Bagian I · Landasan dan Metode Dasar · M. Fahmi Hidayat, Fauziyah Latiefa Salsabila
Desain penelitian menghubungkan pertanyaan dengan data dan cara analisisnya, sehingga pilihannya ditentukan oleh bentuk pertanyaan, bukan kebiasaan. Desain deskriptif dan korelasional menjawab seperti apa keadaan dan apakah dua hal berhubungan; survei potong lintang, studi longitudinal, dan studi tren membedakan dimensi waktu pengamatan; penelitian ex post facto menelusuri sebab dari peristiwa yang telah terjadi; dan desain eksperimen, dari pra-eksperimen hingga kuasi-eksperimen dan uji acak, diperlukan untuk menilai apakah suatu program zakat atau wakaf menyebabkan perubahan. Meta-analisis menggabungkan hasil banyak penelitian menjadi kesimpulan yang lebih kokoh.
Penelitian kuantitatif menerjemahkan konsep abstrak seperti literasi zakat, kepercayaan kepada nazhir, atau kesejahteraan mustahik menjadi variabel yang terukur, lalu merumuskan hubungan antarvariabel sebagai hipotesis. Kualitas temuan bergantung pada definisi operasional, skala pengukuran, serta alat ukur yang valid dan reliabel. Klaim sebab-akibat menuntut lebih dari korelasi: urutan waktu yang jelas, penyingkiran penjelasan alternatif, dan perbandingan dengan kontrafaktual. Kuesioner, alat pengumpul data yang paling banyak dipakai dalam kajian zakat dan wakaf, perlu disusun dengan bahasa yang dipahami mustahik, menangani pertanyaan sensitif seperti pendapatan dengan hati-hati, dan diuji coba sebelum pengumpulan data utama.
Analisis dimulai dari pengolahan data yang teliti di SPSS, yaitu buku kode, pembersihan, transformasi variabel, dan statistik deskriptif yang memilih ukuran sesuai skala data. Uji statistik dipilih berdasarkan tujuan analisis, skala variabel, dan struktur kelompok; regresi memperkirakan pengaruh beberapa variabel sekaligus, baik pada tingkat individu seperti minat berwakaf uang maupun tingkat daerah seperti penghimpunan ZIS kabupaten/kota. Hasil uji dibaca bersama ukuran efek dan interval kepercayaan, bukan hanya nilai p, dan teknik lanjutan seperti deret waktu, analisis faktor, dan inferensi Bayesian tersedia untuk pertanyaan yang tidak terjawab oleh uji dasar.
Isi bab
- 3-1Desain Penelitian Kuantitatif
- Desain Deskriptif dan Korelasional
- Survei, Studi Longitudinal, Cross Section, dan Tren
- Penelitian Ex Post Facto
- Desain Eksperimen Dasar
- Desain Eksperimen Lanjutan
- Meta-Analisis
- 3-2Variabel dan Hipotesis
- Hipotesis
- Variabel dan Operasionalisasi
- Karakteristik Alat Ukur yang Baik
- Kausalitas
- 3-3Pengumpulan Data Kuantitatif: Kuesioner
- 3-4Analisis Data Kuantitatif
- Dasar Analisis Kuantitatif dan SPSS
- Memilih Uji Statistik
- Kovarians dan Analisis Regresi
- Analisis Kuantitatif Lanjutan
Konsep kunci
Istilah yang dijelaskan di kamus tepi halaman bab ini.
desain penelitiansurvei potong lintangstudi longitudinalex post factokuasi-eksperimenselisih-dalam-selisihmeta-analisishipotesis noloperasionalisasiskala nominal, ordinal, interval, rasiovaliditasreliabilitasalfa Cronbachkausalitaskontrafaktualkuesioneruji coba kuesionerbias keinginan sosialstatistik deskriptifuji bedaregresi linear bergandaukuran efekanalisis deret waktuanalisis faktorinferensi Bayesianmodel CIBESTliterasi zakat
Pertanyaan yang dijawab bab ini
- Kapan survei potong lintang cukup, dan kapan penelitian zakat memerlukan studi longitudinal atau desain eksperimen?
- Mengapa korelasi antara literasi zakat dan kepatuhan membayar zakat belum membuktikan sebab-akibat?
- Mengapa hasil uji statistik perlu dibaca bersama ukuran efek dan interval kepercayaan, bukan hanya nilai p?
Setiap bab ditutup dengan Inti Bab, Konsep Kunci, Pertanyaan Tinjauan, Soal dan Aplikasi, serta Proyek Penelitian Mandiri.