Publikasi / Metodologi Penelitian Filantropi Islam
Bab 7 dari 10Metode Terapan
Bagian II · Metode Kualitatif, Historis, dan Terapan · M. Fahmi Hidayat, Fauziyah Latiefa Salsabila
Penelitian tindakan tidak berhenti pada rekomendasi, melainkan ikut merancang perbaikan bersama pelaku di lapangan, mencobanya, lalu menilai hasilnya melalui siklus perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Yang membedakannya dari pendampingan biasa adalah keharusan menjalankan lebih dari satu siklus. Masyarakat di sini bukan responden, melainkan mitra yang ikut menentukan masalah, tindakan, dan penilaian, sehingga peneliti perlu menjaga kesetaraan peran di tengah hubungan kuasa yang timpang antara lembaga, pengurus, dan mustahik.
Penelitian evaluasi menilai rancangan, pelaksanaan, atau hasil suatu program untuk mendukung keputusan lembaga, dan dapat dilakukan sebelum, selama, maupun sesudah program berjalan. Kerangka masukan, kegiatan, keluaran, hasil, dan dampak membantu memisahkan hal yang sepenuhnya dikendalikan lembaga dari hal yang hanya disumbangnya, sehingga klaim keberhasilan tidak melampaui bukti. Indikator seperti perubahan pendapatan, kemandirian, dan peralihan status dari mustahik menjadi muzaki perlu didefinisikan secara terbuka dan, untuk menilai dampak, memerlukan kelompok pembanding.
Penelitian dan pengembangan menghasilkan produk, seperti modul, instrumen, prosedur, atau aplikasi, lalu menguji kelayakan dan keefektifannya melalui validasi ahli, uji coba bertahap, dan revisi dengan model seperti ADDIE atau 4D. Kelemahan yang paling sering ditemui adalah berhenti pada validasi ahli tanpa uji coba pada pengguna.
Isi bab
- 7-1Penelitian Tindakan
- 7-2Penelitian Evaluasi
- 7-3Penelitian dan Pengembangan
Konsep kunci
Istilah yang dijelaskan di kamus tepi halaman bab ini.
penelitian tindakansiklus penelitian tindakanpenelitian evaluasievaluasi formatifevaluasi sumatifrantai hasilzakat produktifwakaf produktifUnit Pengumpul Zakat (UPZ)penelitian dan pengembanganpenelitian berbasis desainmodel ADDIEmodel 4Dvalidasi ahliuji coba terbatas
Pertanyaan yang dijawab bab ini
- Apa yang membedakan penelitian tindakan dari pendampingan program biasa?
- Mengapa klaim “mustahik menjadi muzaki” memerlukan kelompok pembanding?
- Mengapa validasi ahli saja tidak cukup untuk menyatakan sebuah modul pelatihan amil efektif?
Setiap bab ditutup dengan Inti Bab, Konsep Kunci, Pertanyaan Tinjauan, Soal dan Aplikasi, serta Proyek Penelitian Mandiri.