Zakademia

Publikasi / Metodologi Penelitian Filantropi Islam

Bab 5 dari 10

Metode Historis-Dokumenter

Bagian II · Metode Kualitatif, Historis, dan Terapan · M. Fahmi Hidayat, Fauziyah Latiefa Salsabila

Data sejarah sudah ada sebelum peneliti datang, dibuat oleh orang lain untuk keperluan lain, dan tidak dapat diminta ulang. Merancang penelitian sejarah karena itu berarti menyesuaikan pertanyaan dengan sumber yang benar-benar dapat dijangkau, yang persebarannya berbeda antara masa kerajaan Islam, masa kolonial, dan masa kemerdekaan. Sumber primer memberi keterangan dari masa peristiwa, sedangkan sumber sekunder berguna untuk memahami konteks dan menemukan jalan ke sumber primer, asalkan peneliti tidak terjebak pada rantai kutipan.

Pengumpulan data historis memerlukan tiga cara kerja. Penelusuran arsip menemukan dan mencatat dokumen di lembaga resmi maupun di tangan pesantren, masjid, dan keluarga, dengan kartu sumber dan inventaris sebagai alat utamanya. Sejarah lisan merekam kesaksian pelaku dan saksi, sehingga dapat menjelaskan alasan, suasana, dan hubungan antarorang yang tidak pernah tercatat, meskipun jangkauannya terbatas pada kira-kira satu abad terakhir. Prosopografi menghimpun keterangan yang sama tentang banyak orang, misalnya para pendiri lembaga zakat atau para nazhir wakaf besar, lalu mencari pola kolektifnya.

Sumber yang terkumpul harus diuji sebelum dipakai. Kritik eksternal menguji keaslian dan keutuhan dokumen; kritik internal menguji kebenaran isinya dengan menimbang kedudukan pembuat, kepentingannya, dan konsistensinya. Keterangan yang lolos uji ditafsirkan menjadi penjelasan kronologis, kausal, kontekstual, atau komparatif dengan menghindari anakronisme dan presentisme, lalu disusun menjadi narasi sejarah yang berpijak pada sumber dan tegas tentang tingkat keyakinannya. Ketika dokumen dan kesaksian lisan berbeda, perbedaan itu bukan hambatan, melainkan bahan analisis yang kerap menjelaskan jarak antara praktik masyarakat dan administrasi negara.

Isi bab

  1. 5-1Desain Penelitian Historis dan Dokumenter
  2. 5-2Pengumpulan Data Historis
    • Penelusuran Arsip dan Dokumen Lembaga
    • Sejarah Lisan dan Sejarah Hidup
    • Prosopografi
  3. 5-3Analisis Data Historis
    • Kritik Sumber
    • Penafsiran Sumber dan Penjelasan Sejarah
    • Penyusunan Narasi Sejarah

Konsep kunci

Istilah yang dijelaskan di kamus tepi halaman bab ini.

sumber primersumber sekunderrantai kutipanpenelusuran arsipheuristikakta ikrar wakafkartu sumberinventaris sumbersejarah lisansejarah hidupprosopografikritik sumberkritik eksternalkritik internalanakronismepresentismehistoriografi

Pertanyaan yang dijawab bab ini

  1. Mengapa akta ikrar wakaf di kantor urusan agama dan kesaksian ahli waris wakif dapat saling bertentangan, dan bagaimana peneliti menyikapinya?
  2. Apa beda kritik eksternal dan kritik internal atas sebuah laporan tahunan lembaga zakat masa kolonial?
  3. Bagaimana prosopografi dapat dipakai untuk memahami para pendiri lembaga zakat di Indonesia?

Setiap bab ditutup dengan Inti Bab, Konsep Kunci, Pertanyaan Tinjauan, Soal dan Aplikasi, serta Proyek Penelitian Mandiri.

Semua bab

  1. Bab 1 Pengantar Penelitian Filantropi Islam
  2. Bab 2 Metode Normatif-Syariah
  3. Bab 3 Metode Kuantitatif
  4. Bab 4 Metode Kualitatif
  5. Bab 5 Metode Historis-Dokumenter
  6. Bab 6 Metode Campuran dan Komparatif
  7. Bab 7 Metode Terapan
  8. Bab 8 Metode Digital
  9. Bab 9 Metode Lanjutan
  10. Bab 10 Tantangan dan Dampak Penelitian Filantropi Islam